| KEEP SPIRIT..! (Wuzz…Wuzz…Wuzz…) | ||||
|
|
PENDAHULUAN“Spirit…Spirit…!” , “Ayo mana spiritnya..?” , sebuah kalimat yang di ucapkan oleh Primus seorang artis dalam sebuah tayangan iklan sebuah produk di televisi. Kalimat tersebut menggambarkan tekad yang kuat untuk memperoleh sasaran yang hendak dicapai. Kata yang menggambarkan tekad yang kuat tersebut adalah motivasi. Motivasi yang kuat menggambarkan suatu hasrat yang kuat dan membara. Saya percaya pada 2 pemikiran (i) hampir semua orang adalah orang yang baik, tetapi masih dapat berbuat lebih baik lagi; dan (ii) hampir semua orang sudah mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi mereka tidak melakukannya? Dua pemikiran diatas bermuara pada suatu kata yaitu “Motivasi”. Sering kali kita bertanya , “Mengapa Anda tidak melakukannya?” Jika kita bertanya pada sembarang orang apa yang harus di lakukan , maka mereka akan mejawab dengan tepat. Tetapi tanyakan apakah mereka sudah melakukan nya dan jawabannya pasti belum. Sesuatu yang kurang di sini adalah motivasi. “Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS. Ash Shaff : 3) Pentingkah Motivasi?Motivasi terbesar adalah berasal dari sistem keyakinan (SQ, Spiritual Quotient) kita. Ini berarti kita harus yakin tentang apa yang kita perbuat dan menerima tanggung jawab dari apa yang kita perbuat. “…Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi…” (QS.Al Baqarah 2 : 30). Disinilah motivasi menjadi penting. Ketika kita mengambil tanggung jawab atas perilaku dan perbuatan kita, maka sikap kita terhadap kehidupan menjadi positif dan produktif baik secara personal maupun professional. Hidup akan menjadi lebih berarti. “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya” (QS. Al Mudattsir 74:38) Apakah Motivasi Itu?Motivasi adalah niat dan kemauan. Motivasi adalah potensi yang bergerak dengan pemahaman dan keterampilan menuju amal produktif. Motivasi adalah cahaya. Dengan motivasi kita dapat menyinari diri kita dan orang lain. Namun motivasi bukanlah segala-gala nya, tetapi dengan motivasi kita bisa melakukan segala-galanya. Kalau kita pelajari lagi sejarah keberhasilan umat terdahulu, kita akan mendapatkan bahwa keberhasilan mereka bertumpu pada besarnya motivasi spiritual. Kalimat kuncinya adalah, suatu aktifitas jika dilakukan dengan nilai motivasi keimanan yang benar dan jelas, maka aktifitas tersebut akan bertahan lama. Perbedaan Motivasi dan InspirasiOrang lain jelas tidak bisa memotivasi diri kita. Yang dapat memotivasi diri kita adalah diri kita sendiri. Apa yang orang lakukan adalah hanyalah memberikan inspirasi kepada kita agar kita dapat memotivasi diri kita. Kita dapat membuat lingkungan yang kondusif untuk memotivasi diri kita. Misalnya membuat kamar kita nyaman dengan susunan sedemikian rupa agar semangat dalam belajar. Atau menata kamar dengan poster-poster pejuang gerakan Islam agar kita dapat termotivasi seperti mereka. Inspirasi berarti juga mengubah pemikiran; sedangkan motivasi adalah mengubah tindakan. Motivasi seperti api – jika kita tidak menambahnya dengan bahan bakar, maka api itu padam. Seperti pada pelatihan dan makanan yang tidak akan bertahan lama, demikian pula motivasi. Namun jika bersumber pada keyakinan akan nilai-nilai diri (Dienullah), maka motivasi akan bertahan lama. Meningkatkan MotivasiSungguh jarang orang gagal karena tugas mereka yang terlampau sulit. Mereka dikalahkan oleh kebosanan, kemotonan, kejemuan bahkan kemandegan dari kondisi (Frank Tabolt), apalagi untuk keperluan dari sebuah kerja besar dan panjang (ath thoriqu thowilah). Ingatlah…!! Tak ada kemenangan tanpa kerja keras, tak ada pendidikan tanpa kejenuhan, tak ada kelanggengan tanpa ujian. Betapa membingungkan ketika kita memulai (Diana Tracy). All beginning is difficult, begin early for get best (B.S. Wibowo). 1. Motivasi Internal Motivasi internal kita adalah gerak hati dan sikap kita. Sikap/akhlak (EQ, Emotional Quotient) kunci untuk memperoleh tanggapan/respon yang kita inginkan dari orang lain. Dengan kata lain motivasi internal kita adalah rasa kepuasan dari diri karena telah melakukan sesuatu yang bernilai (mencapai tujuan yang di inginkan). Motivasi perlu di idenfikasikan dan harus terus-menerus di perkuat untuk mencapai keberhasilan dengan mengenal pribadi (Find your Self). Mengenal pribadi dapat dilakukan dengan Teknik Menemukan Diri: “Motivasi kita untuk melakukan kebaikan sangat dipengaruhi kekokohan spiritualitas kita. Emosi dan motivasi yang tidak berakar pada nilai-nilai spiritual, laksana pohon tinggi yang rawan patah jika di terjang badai” Motivasi eksternal berasal dari luar diri, Motivasi eksternal ini dapat berupa ancaman dan imbalan (push & reward). Contoh-contoh motivasi eksternal adalah takut akan dipukul orang tua atau takut tidak naik tingkat kuliah (IP nasakom, nasib satu koma) atau kalo berhasil/sukses dapat akan diberikan hadiah berupa, uang, pengakuan sosial, popularitas, atau ketakutan, dll . Ciri-Ciri Orang yang Mempunyai Motivasi TinggiKita akan berbahagia kalau dapat menjadi orang yang energik untuk kepentingan dunia dan akhirat. Orang yang mempunyai motivasi tinggi umumnya mereka mempunyai beberapa karakter sebagai berikut : Kiat Meningkatkan Motivasi Untuk Tujuan Prestatif dan ProduktivitasBagaimana cara meningkatkan motivasi yang efektif ? Jawabnya adalah tergantung kepada manusianya sendiri yang ingin merubah dirinya, karena perubahan motivasi tergantung dirinya. Kalau Anda ingin merubah situasi, maka rubah diri Anda. Kalau Anda ingin merubah diri, maka ubahlah visi dan persepsi yang Anda miliki (Stephen R. Covey). Ikutilah kiat-kiat meningkatkan motivasi dibawah ini: “Dan tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku (Allah)” (QS. Adz Dzariyat : 56) 2. Tulislah Cita-Cita Anda Menuliskan suatu cita-cita akan menjadi seperti sihir yang mengubah cita-cita menjadi sasaran. Dan menuliskan sasaran pada kertas akan menjadi seperti dinamit yang mengubah sasaran itu menjadi fakta. Mengapa cita-cita tidak langgeng dan tidak terlaksana, karena tidak terkontrol dengan baik. Maka tulislah cita-cita Anda. Membaca, adalah rahasia pelajaran untuk penemuan diri, pengembangan diri dan peningkatan diri. Bacalah buku-buku terbaik. Cara terbaik untuk mengembangkan diri hanyalah membaca bagian terbaik darin buku-buku yang terbaik. Allah berfirman dalam Surat Al Alaq: 1-5 : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya.” Pendidikan paling berguna adalah yang melatih kita untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan, tanpa peduli apakah kita suka atau tidak. Itulah pelajaran yang kita dapatkan sejak dini tetapi tidak dikembangkan pada usia lanjut. Dengan mengetahui bahwa Anda bisa menggantungkan diri kepada diri Anda sendiri dalam menyelesaikan hal-hal yang Anda mulai, maka membangun rasa percaya diri secara lebih cepat daripada metode lain yang sudah diketahui sebelumnya. PENUTUP“Orang-orang yang beriman, dengan memiliki ilmu. Kemudian berubahlah dirimu karena ilmu tersebut, dan beramalah karena pemahaman yang integral”. Tidak akan kita mendapatkan peningkatan dan perubahan kalau kita tidak berdasarkan ilmu/pemahaman (yang mendasar). Creative thingking adalah yang menterjemahkan motivasi menjadi realita. |

















“…Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. Ar Ra’d 13 : 11)