|
Kisah Sebuah Batu Kusam |
|
Written by abdul hakim
Monday, 22 February 2010 15:09 |
|
|
|
|
|
Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan nampak luarnya relatif lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih
Dibawanya batu itu ke rumahnya dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaannya yang kasar dari batu tersebut dan dipoles
Siang dan malam ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin dari warna batu yang putih dan kasar berangsur_angsur menjadi putih mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.
Sahabat, sebenarnya alam memberikan pelajaran untuk kita. Kita adalah sebongkah batu, kondisi lapuk, berlumut, dan rapuh adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas, adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk menempa kita.
Terkadang, kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan itu adalahsarana yang datang dari Sang Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bias terlihat bersinar.
Sekarang mari kita pikirkan, dimana posisi kita? Apakah kita seonggok batu yang tidak berharga? Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai yang mahal?
copywrite by chaidir |
|
Last Updated ( Monday, 22 February 2010 15:21 )
|